Web Server: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Web Server

 Web Server merupakan salah satu jenis server yang sangat penting dalam dunia internet. Ketika kita membuka sebuah website melalui browser, seperti Chrome, Edge, atau Firefox, sebenarnya browser sedang meminta data kepada sebuah web server.

Web server kemudian memproses permintaan tersebut dan mengirimkan halaman website kembali kepada pengguna.

Apa Itu Web Server?

Web Server adalah sistem yang bertugas menerima permintaan dari client melalui jaringan dan memberikan halaman website, file, gambar, video, maupun data lainnya kepada client.

Client yang dimaksud dapat berupa:

  • Komputer
  • Laptop
  • Smartphone
  • Tablet
  • Smart TV
  • Perangkat lainnya yang memiliki browser

Contoh sederhananya:

Pengguna
   │
   │ Membuka website
   ▼
Browser
   │
   │ Request
   ▼
Web Server
   │
   │ Response
   ▼
Browser
   │
   ▼
Website tampil

Fungsi Web Server

Web server mempunyai beberapa fungsi utama.

1. Menyimpan File Website

Web server digunakan untuk menyimpan berbagai file website seperti:

  • HTML
  • CSS
  • JavaScript
  • Gambar
  • Video
  • Dokumen
  • File konfigurasi

2. Melayani Permintaan Pengguna

Ketika pengguna membuka sebuah website, browser akan mengirimkan request kepada web server.

Web server kemudian mencari data yang diminta dan mengirimkannya kembali kepada browser.

3. Menjalankan Aplikasi Web

Web server juga dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi berbasis web yang membutuhkan pemrosesan di sisi server.

Contohnya:

  • Website toko online
  • Sistem informasi
  • Website sekolah
  • Aplikasi perusahaan
  • Dashboard jaringan

4. Mengatur Akses Website

Web server dapat dikonfigurasi untuk mengatur siapa yang dapat mengakses sebuah halaman atau layanan tertentu.

Cara Kerja Web Server

Cara kerja web server secara sederhana dapat dibagi menjadi beberapa tahap.

1. Pengguna memasukkan alamat website

Contohnya:

alzena.net

2. Browser mencari alamat server

Browser akan melakukan proses DNS untuk mendapatkan alamat IP dari domain tersebut.

3. Browser mengirim request

Setelah mengetahui alamat server, browser mengirimkan permintaan kepada web server.

4. Web server memproses request

Web server menerima permintaan dan mencari data yang diperlukan.

5. Server mengirim response

Server kemudian mengirimkan data website kepada browser.

6. Browser menampilkan website

Browser menerima data tersebut kemudian menampilkan halaman website kepada pengguna.

Contoh Web Server

Beberapa software web server yang banyak digunakan antara lain:

Apache

Apache merupakan salah satu web server yang sangat populer dan banyak digunakan pada server Linux.

Nginx

Nginx dikenal memiliki performa yang baik dan banyak digunakan untuk website dengan jumlah koneksi yang besar.

LiteSpeed

LiteSpeed merupakan web server yang banyak digunakan pada layanan hosting dan website berbasis CMS.

Microsoft IIS

IIS atau Internet Information Services merupakan web server yang dikembangkan oleh Microsoft dan banyak digunakan pada lingkungan Windows Server.

Web Server dan Domain

Agar website dapat diakses menggunakan nama yang mudah diingat, biasanya web server digunakan bersama dengan domain dan DNS.

Contohnya:

Domain
alzena.net
     │
     ▼
DNS
     │
     ▼
IP Address Server
     │
     ▼
Web Server
     │
     ▼
Website

Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu mengingat alamat IP server.

Pengguna cukup mengetik nama domain pada browser.

Web Server dalam Jaringan

Web server tidak harus berada di dalam jaringan internet. Web server juga dapat digunakan dalam jaringan lokal.

Contohnya sebuah kantor memiliki server dengan IP:

192.168.10.10

Kemudian komputer di jaringan dapat mengakses:

http://192.168.10.10

Website tersebut hanya dapat diakses dari jaringan yang memiliki akses ke server tersebut.

Web Server dan MikroTik

MikroTik sendiri bukan web server utama untuk menjalankan website seperti server Linux.

Namun MikroTik dapat berperan sebagai router, gateway, firewall, NAT, DNS, dan pengatur lalu lintas jaringan yang menghubungkan pengguna dengan web server.

Contoh jaringan:

              INTERNET
                  │
                  │
               MikroTik
                  │
          ┌───────┴───────┐
          │               │
        Client         Web Server
     192.168.10.x     192.168.10.10

Dalam jaringan seperti ini, MikroTik mengatur lalu lintas antara client dan server.

Web Server untuk Website ALZENA.NET

Website seperti ALZENA.NET membutuhkan layanan yang menangani permintaan halaman website.

Ketika pengunjung membuka website, prosesnya secara sederhana adalah:

Pengunjung
     │
     ▼
alzenanet.my.id
     │
     ▼
DNS
     │
     ▼
Server
     │
     ▼
Web Server
     │
     ▼
Halaman Website

Web server kemudian mengirimkan halaman website kepada browser pengunjung.

Kesimpulan

Web server merupakan bagian penting dalam sistem website. Web server bertugas menerima permintaan dari pengguna dan memberikan data website kepada browser.

Memahami web server sangat penting sebelum mempelajari teknologi server lainnya seperti DNS Server, DHCP Server, Database Server, File Server, VPN Server, dan Proxy Server.

Pada artikel berikutnya kita akan membahas:

“DNS Server: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Hubungannya dengan Domain”

ALZENA.NET – Belajar Server, Networking, WiFi dan MikroTik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Server: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Server

Mengenal Mikrotik dan Sejarah Perkembangannya

WiFi: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja