LAN Trunk dan Access Port: Perbedaan dan Cara Konfigurasinya pada MikroTik dan Switch
Dalam jaringan yang menggunakan VLAN, terdapat dua jenis port yang sangat penting untuk dipahami, yaitu Access Port dan Trunk Port.
Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Access Port biasanya digunakan untuk menghubungkan perangkat akhir, sedangkan Trunk Port digunakan untuk membawa beberapa VLAN melalui satu koneksi.
Pemahaman mengenai Access dan Trunk sangat penting ketika kita membangun jaringan menggunakan MikroTik, switch, access point, server, maupun perangkat jaringan lainnya.
Apa Itu Access Port?
Access Port adalah port pada switch yang digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berada pada satu VLAN.
Perangkat yang terhubung ke Access Port biasanya tidak perlu mengetahui bahwa jaringan tersebut menggunakan VLAN.
Contohnya:
SWITCH │ ┌────────┼────────┐ │ │ │ Port 1 Port 2 Port 3 VLAN 10 VLAN 10 VLAN 20 │ │ │ PC 1 PC 2 PC 3
Pada contoh tersebut:
- Port 1 → VLAN 10
- Port 2 → VLAN 10
- Port 3 → VLAN 20
PC yang terhubung ke port tersebut cukup menggunakan jaringan biasa.
Apa Itu Trunk Port?
Trunk Port adalah port yang digunakan untuk membawa lebih dari satu VLAN melalui satu koneksi.
Trunk biasanya digunakan untuk menghubungkan:
- MikroTik ke switch
- Switch ke switch
- Switch ke access point
- Switch ke server tertentu
- Perangkat jaringan yang membutuhkan beberapa VLAN
Contohnya:
MikroTik │ │ TRUNK │ Switch ┌──────┼──────┐ │ │ │ VLAN 10 VLAN 20 VLAN 30 Admin Staff CCTV
Satu kabel dari MikroTik ke switch dapat membawa VLAN 10, VLAN 20, dan VLAN 30 secara bersamaan.
Perbedaan Access dan Trunk
| Fitur | Access Port | Trunk Port |
|---|---|---|
| VLAN | Biasanya satu VLAN | Banyak VLAN |
| Penggunaan | Perangkat akhir | Antarperangkat jaringan |
| Contoh | PC, printer, CCTV | MikroTik, switch, AP |
| VLAN Tag | Umumnya tidak dikirim ke perangkat akhir | Digunakan untuk membedakan VLAN |
| Fungsi | Menghubungkan client | Membawa beberapa VLAN |
Secara sederhana:
Access = satu port untuk satu VLAN
Trunk = satu port membawa beberapa VLAN
Contoh Topologi MikroTik dan Switch
Berikut contoh jaringan sederhana:
INTERNET │ │ ether1 ┌─────────┐ │ MikroTik│ └────┬────┘ │ ether2 │ TRUNK │ ┌────┴────┐ │ Switch │ └────┬────┘ ┌──────────┼──────────┐ │ │ │ VLAN 10 VLAN 20 VLAN 30 ADMIN STAFF CCTV │ │ │ PC PC Camera
Dalam contoh ini:
ether2 MikroTik → Trunk
Sedangkan port-port pada switch digunakan sebagai Access Port untuk masing-masing VLAN.
Contoh Pembagian VLAN
Misalnya kita membuat tiga VLAN:
VLAN 10 → ADMIN VLAN 20 → STAFF VLAN 30 → CCTV
Kemudian subnetnya:
VLAN 10 → 192.168.10.0/24 VLAN 20 → 192.168.20.0/24 VLAN 30 → 192.168.30.0/24
Gateway pada MikroTik:
VLAN 10 → 192.168.10.1 VLAN 20 → 192.168.20.1 VLAN 30 → 192.168.30.1
Konfigurasi VLAN pada MikroTik
Contoh berikut menggunakan RouterOS dengan konfigurasi Bridge VLAN Filtering.
Pertama buat bridge:
/interface bridge add name=bridge1 vlan-filtering=no
Kemudian masukkan interface yang akan digunakan:
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether2
Setelah itu buat interface VLAN:
/interface vlan add interface=bridge1 name=vlan10-admin vlan-id=10 add interface=bridge1 name=vlan20-staff vlan-id=20 add interface=bridge1 name=vlan30-cctv vlan-id=30
Kemudian berikan IP Address:
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=vlan10-admin add address=192.168.20.1/24 interface=vlan20-staff add address=192.168.30.1/24 interface=vlan30-cctv
Dengan konfigurasi tersebut MikroTik mempunyai gateway untuk masing-masing VLAN.
Konfigurasi VLAN pada Bridge
Selanjutnya VLAN perlu ditentukan pada bridge.
Contoh:
/interface bridge vlan add bridge=bridge1 tagged=bridge1,ether2 vlan-ids=10 add bridge=bridge1 tagged=bridge1,ether2 vlan-ids=20 add bridge=bridge1 tagged=bridge1,ether2 vlan-ids=30
Pada contoh ini:
ether2 digunakan sebagai jalur Trunk.
Jalur tersebut membawa:
VLAN 10 VLAN 20 VLAN 30
Mengaktifkan VLAN Filtering
Setelah konfigurasi dipastikan benar, VLAN filtering dapat diaktifkan:
/interface bridge set bridge1 vlan-filtering=yes
⚠️ Perhatian: Jangan langsung mengaktifkan VLAN filtering pada MikroTik yang sedang digunakan untuk akses jaringan sebelum konfigurasi VLAN dan management sudah benar. Kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan akses ke router terputus.
Untuk konfigurasi MikroTik yang sedang digunakan secara remote, sebaiknya siapkan jalur management atau metode pemulihan terlebih dahulu.
Konfigurasi Access Port pada Switch
Misalnya kita menggunakan switch yang mendukung VLAN.
Pembagian port dapat dibuat seperti ini:
Port 1 → Trunk Port 2 → VLAN 10 Port 3 → VLAN 10 Port 4 → VLAN 20 Port 5 → VLAN 20 Port 6 → VLAN 30 Port 7 → VLAN 30
Sehingga:
Port 1 │ └── TRUNK VLAN 10 VLAN 20 VLAN 30 Port 2 → ACCESS VLAN 10 Port 3 → ACCESS VLAN 10 Port 4 → ACCESS VLAN 20 Port 5 → ACCESS VLAN 20 Port 6 → ACCESS VLAN 30 Port 7 → ACCESS VLAN 30
Contoh Jaringan Kantor
Misalnya sebuah kantor memiliki jaringan:
VLAN 10 ADMIN VLAN 20 KARYAWAN VLAN 30 CCTV VLAN 40 GUEST
Topologinya:
INTERNET │ ▼ MikroTik │ TRUNK │ ▼ SWITCH │ ┌───────────────┼────────────────┐ │ │ │ VLAN 10 VLAN 20 VLAN 30 ADMIN STAFF CCTV │ │ │ PC PC Camera
Jika terdapat WiFi untuk tamu:
SWITCH │ TRUNK │ ACCESS POINT │ ┌────────┴────────┐ │ │ STAFF WiFi GUEST WiFi VLAN 20 VLAN 40
Dengan cara ini satu kabel menuju Access Point dapat membawa beberapa VLAN.
Access Point dan Trunk
Access Point modern dapat mendukung beberapa SSID yang masing-masing dipetakan ke VLAN.
Contohnya:
SSID: ALZENA-STAFF VLAN: 20 SSID: ALZENA-GUEST VLAN: 40 SSID: ALZENA-ADMIN VLAN: 10
Koneksi Access Point ke switch dapat menggunakan Trunk.
SWITCH │ │ TRUNK │ ACCESS POINT │ │ │ │ │ │ AP1 AP2 AP3 │ │ │ VLAN10 VLAN20 VLAN40
Ini sangat berguna jika satu Access Point digunakan untuk beberapa jaringan WiFi.
Kapan Menggunakan Access dan Trunk?
Gunakan Access Port ketika menghubungkan:
- Komputer
- Printer
- CCTV
- Server yang hanya membutuhkan satu VLAN
- Perangkat client lainnya
Gunakan Trunk Port ketika menghubungkan:
- MikroTik ↔ Switch
- Switch ↔ Switch
- Switch ↔ Access Point dengan beberapa VLAN
- Switch ↔ perangkat yang membutuhkan beberapa VLAN
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa masalah VLAN yang sering terjadi adalah:
1. VLAN ID Tidak Sama
Contohnya MikroTik menggunakan VLAN 10 tetapi switch menggunakan VLAN 20.
Akibatnya perangkat tidak dapat berkomunikasi seperti yang diharapkan.
2. Port Trunk Belum Membawa VLAN
VLAN sudah dibuat tetapi belum diizinkan melewati port trunk.
3. Access Port Salah VLAN
PC seharusnya berada di VLAN 10 tetapi port switch dimasukkan ke VLAN 20.
4. VLAN Filtering Salah
Konfigurasi Bridge VLAN Filtering pada MikroTik yang tidak tepat dapat menyebabkan koneksi terputus.
5. Gateway Salah
Setiap VLAN yang menggunakan subnet berbeda harus memiliki gateway yang sesuai.
Kesimpulan
Access Port dan Trunk Port mempunyai fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.
Access Port digunakan untuk menghubungkan perangkat ke satu VLAN, sedangkan Trunk Port digunakan untuk membawa beberapa VLAN melalui satu koneksi.
Dalam jaringan MikroTik dan switch, konsep ini sangat penting untuk membangun jaringan yang terstruktur.
Contoh sederhananya:
PC ── Access ──┐ │ CCTV ─ Access ─┤ │ SWITCH │ Trunk │ MikroTik │ INTERNET
Dengan memahami konsep ini, kita sudah siap masuk ke tahap berikutnya yaitu Inter-VLAN Routing, yaitu bagaimana MikroTik membuat perangkat dari VLAN yang berbeda dapat berkomunikasi dengan aturan yang terkontrol.
Komentar
Posting Komentar