IP Address: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya dalam Jaringan
P Address (Internet Protocol Address) merupakan salah satu bagian terpenting dalam jaringan komputer. Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan membutuhkan alamat IP agar dapat dikenali dan dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya.
IP Address dapat digunakan pada komputer, laptop, smartphone, server, router MikroTik, access point, CCTV, printer, maupun perangkat jaringan lainnya.
Pengertian IP Address
IP Address adalah alamat berupa angka yang diberikan kepada sebuah perangkat dalam jaringan.
Contoh IP Address:
192.168.1.1
192.168.1.10
10.10.10.1
Dengan adanya IP Address, perangkat dalam jaringan dapat mengetahui siapa pengirim data dan ke mana data tersebut harus dikirim.
Pada MikroTik, IP Address biasanya diberikan pada interface tertentu seperti ether1, ether2, ether3, maupun interface VLAN atau bridge.
Fungsi IP Address
IP Address memiliki beberapa fungsi utama dalam jaringan.
1. Sebagai identitas perangkat
IP Address berfungsi sebagai alamat atau identitas sebuah perangkat dalam jaringan.
2. Sebagai alamat komunikasi
IP Address digunakan agar perangkat dapat saling bertukar data.
3. Menentukan jaringan
IP Address membantu menentukan apakah sebuah perangkat berada dalam jaringan yang sama atau jaringan yang berbeda.
4. Mendukung proses routing
Router menggunakan informasi IP Address untuk menentukan jalur yang harus digunakan oleh paket data.
Jenis IP Address
Secara umum IP Address dapat dibagi menjadi beberapa jenis.
1. IP Private
IP Private digunakan untuk jaringan lokal atau LAN.
Beberapa rentang IP Private yang umum digunakan adalah:
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Contohnya:
192.168.10.1
Biasanya IP seperti ini digunakan pada jaringan rumah, kantor, sekolah, hotspot, CCTV, dan jaringan pelanggan.
2. IP Public
IP Public adalah alamat IP yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan internet.
IP Public biasanya diberikan oleh ISP kepada router pelanggan.
Contohnya, router MikroTik mendapatkan IP dari ISP pada interface yang terhubung ke internet.
IP Static dan IP Dynamic
IP Address juga dapat dibedakan berdasarkan cara pemberiannya.
IP Static
IP Static adalah IP Address yang ditentukan secara manual dan tidak berubah kecuali administrator mengubahnya.
Contohnya:
192.168.10.1/24
IP Static biasanya digunakan pada:
- Router
- Server
- Access Point
- CCTV
- Printer
- Perangkat jaringan tertentu
IP Dynamic
IP Dynamic adalah IP Address yang diberikan secara otomatis kepada perangkat.
Pemberian IP secara otomatis biasanya menggunakan DHCP Server.
Contohnya ketika sebuah HP terhubung ke WiFi. HP tersebut akan mendapatkan IP Address secara otomatis dari router.
IPv4
IPv4 merupakan jenis IP Address yang paling banyak digunakan pada jaringan lokal.
IPv4 memiliki panjang 32 bit dan biasanya ditulis dalam empat bagian angka.
Contoh:
192.168.1.1
Setiap bagian mempunyai nilai antara 0 sampai 255.
IPv6
IPv6 merupakan generasi berikutnya dari Internet Protocol yang menggunakan alamat sepanjang 128 bit.
Contoh IPv6:
2001:db8::1
IPv6 dibuat antara lain karena jumlah alamat IPv4 terbatas.
IP Address pada MikroTik
Dalam MikroTik, IP Address dapat diberikan kepada sebuah interface.
Contohnya:
ether1 → Internet
ether2 → LAN
Misalnya kita memberikan IP:
192.168.10.1/24
pada interface ether2.
Maka MikroTik dapat menjadi gateway untuk perangkat yang berada di jaringan tersebut.
Contoh sederhana:
Internet │ │ ether1 MikroTik ether2 │ ├── PC 192.168.10.2 ├── Laptop 192.168.10.3 ├── HP 192.168.10.4 └── AP 192.168.10.5
Dalam contoh tersebut, MikroTik menggunakan:
IP Gateway: 192.168.10.1
Sedangkan perangkat lainnya menggunakan IP yang masih berada dalam jaringan 192.168.10.0/24.
Apa Itu /24?
Pada konfigurasi jaringan, kita sering menemukan penulisan seperti:
192.168.10.1/24
Angka /24 disebut sebagai Prefix.
Prefix digunakan untuk menentukan bagian network dan bagian host dari sebuah IP Address.
Untuk jaringan 192.168.10.0/24, secara umum tersedia alamat:
192.168.10.1 – 192.168.10.254
Sedangkan:
192.168.10.0 digunakan sebagai Network Address.
192.168.10.255 digunakan sebagai Broadcast Address.
Kesimpulan
IP Address merupakan dasar penting dalam jaringan komputer. Tanpa pengaturan IP Address yang benar, perangkat tidak akan dapat berkomunikasi dengan baik dalam jaringan.
Memahami IP Address juga menjadi dasar sebelum mempelajari konfigurasi MikroTik seperti DHCP Server, DNS, Gateway, NAT, Firewall, Hotspot, VLAN, dan Routing.
Pada artikel berikutnya kita akan membahas:
“Subnet Mask dan Prefix: Pengertian, Fungsi dan Cara Menghitung IP Address”
Pembahasan tersebut akan membantu memahami arti /24, /25, /26, /27, /30 dan bagaimana menentukan jumlah IP yang dapat digunakan dalam sebuah jaringan.
ALZENA.NET – Belajar Jaringan, Server, WiFi dan MikroTik
Komentar
Posting Komentar