Firewall MikroTik: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Konfigurasinya

 irewall merupakan salah satu fitur penting dalam jaringan komputer yang digunakan untuk mengatur dan mengamankan lalu lintas data.

Pada MikroTik, firewall dapat digunakan untuk mengizinkan, menolak, membatasi, atau mengatur koneksi yang masuk dan keluar dari router maupun jaringan yang berada di belakangnya.

Firewall sangat penting terutama jika MikroTik digunakan sebagai gateway internet.


Apa Itu Firewall?

Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang berfungsi untuk memeriksa lalu lintas data berdasarkan aturan tertentu.

Secara sederhana:

Internet
   │
   ▼
┌──────────┐
│ MikroTik │
│ Firewall │
└────┬─────┘
     │
     ▼
   LAN
     │
 ┌───┼───┐
 PC  HP  Server

Firewall menentukan koneksi mana yang boleh diteruskan dan mana yang harus diblokir.


Fungsi Firewall MikroTik

Firewall pada MikroTik dapat digunakan untuk beberapa kebutuhan.

1. Melindungi Router

Firewall dapat membatasi akses langsung dari internet menuju router.

2. Melindungi Jaringan LAN

Firewall dapat digunakan untuk membatasi akses dari internet maupun antarjaringan internal.

3. Membatasi Port

Administrator dapat mengatur port tertentu yang boleh atau tidak boleh diakses.

4. Mengontrol Akses Antar-VLAN

Contohnya:

VLAN 10 → Admin
VLAN 20 → Staff
VLAN 30 → CCTV

Firewall dapat dibuat agar Staff tidak boleh mengakses jaringan CCTV.

5. Membatasi IP Address

Firewall dapat digunakan untuk mengizinkan atau memblokir alamat IP tertentu sesuai kebutuhan.


Chain pada Firewall MikroTik

Dalam konfigurasi firewall filter MikroTik, terdapat beberapa chain yang penting.

Input

Input digunakan untuk koneksi yang menuju router MikroTik itu sendiri.

Contohnya:

Internet
   │
   ▼
MikroTik
   ▲
   │
  SSH

Jika seseorang mencoba mengakses layanan router, trafik tersebut masuk ke chain input.


Forward

Forward digunakan untuk trafik yang melewati router.

Contohnya:

Internet
   │
   ▼
MikroTik
   │
   ▼
Server / PC

Koneksi internet menuju PC atau server melewati MikroTik sehingga dapat diproses oleh chain forward.


Output

Output digunakan untuk trafik yang berasal dari router MikroTik sendiri.

Contohnya ketika MikroTik melakukan koneksi keluar ke internet.

MikroTik
   │
   │ Output
   ▼
Internet

Perbedaan Input, Forward dan Output

ChainFungsi
InputMenuju router
ForwardMelewati router
OutputBerasal dari router

Cara mengingatnya:

Input = masuk ke MikroTik

Forward = lewat MikroTik

Output = keluar dari MikroTik


Cara Melihat Firewall

Untuk melihat firewall filter pada MikroTik:

/ip firewall filter print

Untuk melihat NAT:

/ip firewall nat print

Firewall filter dan NAT merupakan bagian yang berbeda.

Filter digunakan untuk mengontrol trafik.

NAT digunakan untuk translasi alamat dan kebutuhan seperti masquerade atau port forwarding.


Contoh Firewall Dasar MikroTik

Salah satu prinsip penting dalam firewall adalah membolehkan koneksi yang sudah established/related.

Contoh:

/ip firewall filter
add chain=input connection-state=established,related action=accept

Kemudian koneksi yang tidak diinginkan dapat ditolak sesuai kebutuhan.

Contoh sederhana:

/ip firewall filter
add chain=input connection-state=invalid action=drop

Rule tersebut membuang koneksi yang berstatus invalid.


Melindungi Akses dari Internet

Misalnya router memiliki interface:

ether1 = WAN
ether2 = LAN

Kita dapat membuat aturan untuk membatasi akses yang datang dari WAN.

Contoh konsep:

Internet
   │
   ▼
 ether1
   │
┌──────────┐
│ MikroTik │
│ Firewall │
└──────────┘
   │
 ether2
   │
  LAN

Namun aturan firewall harus disesuaikan dengan layanan yang memang digunakan. Jangan membuat rule drop secara sembarangan karena dapat menyebabkan akses Winbox, SSH, VPN, atau layanan lain ikut terputus.


Firewall untuk VLAN

Firewall sangat berguna ketika jaringan menggunakan VLAN.

Misalnya:

VLAN 10 → ADMIN
VLAN 20 → STAFF
VLAN 30 → CCTV
VLAN 40 → GUEST

Kita dapat membuat kebijakan:

ADMIN → boleh mengakses semua jaringan

STAFF → hanya akses internet

CCTV → hanya akses server/NVR tertentu

GUEST → hanya internet

Gambaran:

             MikroTik
                │
             Firewall
                │
      ┌─────────┼─────────┐
      │         │         │
   VLAN 10   VLAN 20   VLAN 30
    ADMIN      STAFF      CCTV
      │         │         │
      └─────────┴─────────┘
             Aturan
            Firewall

Ini membuat jaringan lebih aman dan terstruktur.


Firewall untuk Server

Misalnya terdapat server:

192.168.10.10

dan hanya layanan tertentu yang perlu diakses.

Konsepnya:

Internet
   │
   ▼
MikroTik
   │
 Firewall
   │
   ▼
Server
192.168.10.10

Sebaiknya hanya port yang benar-benar dibutuhkan yang dibuka.

Misalnya website menggunakan:

HTTP  → 80
HTTPS → 443

Port administrasi seperti SSH sebaiknya tidak dibuka ke seluruh internet tanpa alasan dan pengamanan yang memadai.


Firewall dan NAT

Firewall dan NAT sering digunakan secara bersamaan, tetapi fungsinya berbeda.

Contohnya:

Internet
   │
   ▼
MikroTik
   │
 ┌─┴─────────────┐
 │               │
NAT           Firewall
 │               │
 ▼               ▼
LAN          Kontrol akses

NAT mengatur translasi alamat.

Firewall mengatur apakah trafik diperbolehkan atau diblokir.


Urutan Rule Firewall

Urutan rule pada firewall sangat penting.

MikroTik memproses rule berdasarkan urutannya.

Contoh:

1. Accept Established/Related
2. Drop Invalid
3. Allow layanan tertentu
4. Allow LAN
5. Drop trafik yang tidak diizinkan

Rule yang terlalu umum jika diletakkan di atas dapat membuat rule di bawahnya tidak pernah bekerja seperti yang diharapkan.


Jangan Asal Menambahkan Rule Drop

Ini sangat penting terutama ketika Anda mengelola MikroTik melalui Winbox atau SSH.

Misalnya Anda membuat:

chain=input action=drop

tanpa memastikan akses management sudah diizinkan.

Akibatnya:

Winbox
   │
   X
MikroTik

Anda bisa kehilangan akses ke router.

Karena itu, sebelum menerapkan firewall:

  1. Backup konfigurasi.
  2. Pastikan akses management sudah diizinkan.
  3. Tambahkan rule secara bertahap.
  4. Uji setiap perubahan.
  5. Jangan langsung membuat banyak rule drop.

Contoh Topologi Firewall ALZENA.NET

Konsep jaringan dapat dibuat seperti berikut:

                    INTERNET
                        │
                        ▼
                    MikroTik
                        │
                    FIREWALL
                        │
              ┌─────────┼─────────┐
              │         │         │
           VLAN 10   VLAN 20   VLAN 30
           ADMIN      STAFF      CCTV
              │         │         │
             PC        PC       Camera

Firewall MikroTik kemudian menentukan akses masing-masing jaringan.

Contohnya:

ADMIN  → Internet + Server + CCTV
STAFF  → Internet + Server tertentu
CCTV   → NVR/Server tertentu
GUEST  → Internet saja

Kesimpulan

Firewall MikroTik merupakan bagian penting dalam keamanan jaringan.

Firewall dapat digunakan untuk mengatur koneksi, melindungi router, membatasi akses, mengontrol antar-VLAN, melindungi server, dan memblokir trafik yang tidak diperlukan.

Tiga chain utama yang perlu dipahami adalah:

Input → trafik menuju router

Forward → trafik melewati router

Output → trafik berasal dari router

Firewall sebaiknya dibuat secara bertahap dan sesuai kebutuhan jaringan. Kesalahan konfigurasi firewall dapat menyebabkan layanan atau akses administrator ikut terblokir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Server: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja Server

Mengenal Mikrotik dan Sejarah Perkembangannya

WiFi: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja